Mata Merah dan belekan
Mata merah dalam istilah medis disebut dengan Konjuntivitis. Konjungtivitis merupakan radang konjuntiva atau radang selaput lendir yang menutupi belakang kelopak dan bola mata dalam bentuk akut maupun kronis
Konjungtivitis merupakan penyebab umum dari mata merah di Unit Gawat Darurat maupun layanan kesehatan primer. Konjungtivitis dapat menyerang semua kalangan masyarakat dari usia, demografis, atau status sosial ekonomi. Konjungtivitis adalah suatu bentuk peradangan pada konjungtiva, pembengkakan pembuluh darah, nyeri, gatal,dan cairan yang keluar dari mata.
Meskipun biasanya sembuh sendiri dan jarang menyebabkan kehilangan penglihatan, penting untuk menyingkirkan penyebab mata merah yang mengancam penglihatan. Etiologi konjungtivitis dapat dibedakan menjadi menular dan tidak menular. Terapi spesifik konjungtivitis tergantung pada temuan antigen mikrobiologisnya.
Mata merah dengan penglihatan Normal dan Kotor atau Secret
Sekret merupakan produk kelenjar, yang pada konjungtiva bulbi dikeluarkan oleh sel goblet. Sekret dapat bersifat
- Air disebabkan infeksi virus atau alergi
- Purulen oleh bakteri atau klamidia
- Hiperpurulen disebabkan gonokokus atau meningokok
- Mucoid oleh alergi atau vernal
- Serous oelh adenovirus
Penyebab konjungtivitis antara lain bakteri, klamidia, alergi, viral toksik berkaitan dengan penyakit sistemik.
Gambaran klinis yang terlihat pada konjungtivitis dapat berupa hiperemi kongjuntiva bulbi, lakrimasi,eksudat denga secret yang elbih nyata di pagi hari, pseudoptosis akibat kelopak membengkak, kemosis, hipertrofi papil, folikel, membrane, pseudomembran, granulasi, fikten, mata merasa seperti adanya benda asing dan adenopati preauricular.
Biasanya sebagai reaksi konjungtivitis akibat virus berupa bentuk folikel pada konjungtiva. Bilik mata dan pupil dalam bentuk yang normal
Tabel 1. Perbedan Konjuntivitis berdasarkan Penyebabnya
|
Fitur |
Virus |
Bakteri Purulen |
Bakteri Nonpurulen |
Fungus & Parasit |
Alergi |
|
Sekret |
Sedikit |
Banyak |
Sedikit |
Sedikit |
Sedikit |
|
Air mata |
Banyak |
Sedang |
Sedang |
Sedikit |
Sedang |
|
Gatal |
Sedikit |
Sedikit |
-0- |
-0- |
Hebat |
|
Injeksi |
Umum |
Umum |
Lokal |
Lokal |
Umum |
|
Nodul pre-Aurikular |
Sering |
Jarang |
Sering |
Sering |
-0- |
|
Pewarnaan Usapan |
Monosit, Limfosit |
Bakteri, PMN |
Bakteri, PMN |
Biasanya Negatif |
Eosinofil |
|
Sakit tenggorokan & panas |
Kadang |
Kadang |
-0- |
-0- |
-0- |
Konjungtivitis sebaiknya dibedakan dengan iritis dan keratis dengan perbedaan sebagai berikut:
Tabel 2. Perbedaan Konjungtivitsi dengan Keratis/Iritis
|
Tanda |
Konjungtivitis |
Keratitis / Iritis |
|
Tajam penglihatan |
Normal |
Turun nyata |
|
Silau |
Tidak ada |
Nyata |
|
Sakit |
Pedes, rasa kelilipan |
Sakit |
|
Mata merah |
Injeksi konjungtival |
Injeksi siliar |
|
Sekret |
Serous, mukos, purulen |
Tidak ada |
|
Lengket kelopak |
Terutama pagi hari |
Tidak ada |
|
Pupil |
Normal |
Mengecil |
Komplikasi pada konjungtivitis akut
Komplikasi konjungtivitis jarang terjadi. Namun, pasien yang tidak menunjukkan perbaikan dalam 5-7 hari harus dirujuk ke dokter mata untuk evaluasi lebih lanjut. Tatalaksana pada konjungtivitis harus tepat dan sesuai berdasarkan penyebab dan gejalanya. Terapi yang diberikan berbeda-beda antara setiap jenisnya. Terapi spesifik konjungtivitis tergantung pada temuan antigen mikrobiologisnya. Terapi dapat dimulai dengan antibiotik topikal spektrum luas, artificial tears, antihistamin, dan drainase
Referensi
Sidarta, Prof dr H ilyas dan dr sri Rahayu yulianti sp.M.2022. Ilmu Penyakit Mata Edisi ke 5. FKUI: Jakarta
Syawal, Prof. Dr. dr. Hj. St. Rukiah, Sp.M(K)., dkk. 2018. Buku Ajar Bagian Ilmu Kesehatan Mata, FKUMI:Makasar
Mata merah, gatal, atau terasa mengganjal? Jangan biarkan aktivitas Anda terganggu. Dapatkan penanganan medis yang tepat dan nyaman di Charitas Hospital.
Kembali